HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA REMAJA PUTRI
DOI:
https://doi.org/10.32660/jpk.v12i2.1010Keywords:
Fast Food, Indeks Massa Tubuh, Remaja PutriAbstract
Perubahan gaya hidup remaja di wilayah perkotaan mendorong meningkatnya konsumsi makanan cepat saji (fast food), yang berpotensi memengaruhi status gizi dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Meskipun hubungan konsumsi fast food dan IMT telah banyak dilaporkan, kajian yang berfokus pada remaja putri di lingkungan sekolah perkotaan Bali masih terbatas. Pendekatan kuantitatif cross sectional diterapkan pada 218 siswi SMA Negeri 4 Denpasar yang dipilih melalui simple random sampling. Frekuensi konsumsi fast food diukur menggunakan kuesioner, sedangkan IMT ditentukan melalui pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman menunjukkan sebagian besar responden memiliki konsumsi fast food kategori sedang (58,7%) dan IMT normal (66,5%). Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi fast food dan IMT (p < 0,001). Frekuensi konsumsi fast food yang lebih tinggi berhubungan dengan peningkatan IMT pada remaja putri.
References
Aulya Y, K. R. A. R. (2021). Hubungan Usia Menarche Dan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi Di Jakarta Tahun 2021.
World Obesity Federation. (2023). Prevalence of adult overweight & obesity (%).
Hidayah, N., Maimunah, S. A., & Ramdhani, N. W. (2023). Status Gizi Berhubungan dengan Konsumsi Makanan Cepat Saji Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur. Malahayati Nursing Journal. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:261534523
Munawaroh, M. (2021). Komposisi Lemak Viseral, Basal Metabolic Rate (BMR), Dan Usia Sel Terhadap Indeks Masa Tubuh (IMT) Pada Remaja. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:235571147
Saniartha, B., & Komang, I. B. (2020). Hubungan Kebiasaan Sarapan Dan Pola Konsumsi Fast Food Dengan Status Gizi Remaja Di Sma Negeri 1 Tampaksiring Kabupaten Gianyar. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:230695212
