EFEKTIVITAS PROGRAM GERMAS LANSIA MELALUI EDUKASI DAN SKRINING PENYAKIT KRONIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU HIDUP SEHAT PADA LANSIA DI GBI BUKIT PENGHARAPAN KEDIRI

Authors

  • Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani STIKES RS Baptis Kediri
  • Maria Nubatonis STIKES RS. Baptis Kediri
  • Putu Indraswari STIKES RS. Baptis Kediri

DOI:

https://doi.org/10.32660/jpk.v12i2.1075

Keywords:

GERMAS, Lansia, Penyakit Kronis, Edukasi Kesehatan, Skrining Kesehatan

Abstract

Penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperurisemia, dan hiperkolesterolemia merupakan masalah kesehatan utama pada kelompok lanjut usia (lansia). Rendahnya pengetahuan dan perilaku hidup sehat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko komplikasi penyakit kronis. Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan strategi promotif dan preventif yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi kesehatan dan deteksi dini penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas Program GERMAS Lansia melalui edukasi kesehatan dan skrining penyakit kronis terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku hidup sehat pada lansia di GBI Bukit Pengharapan Kediri. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 45 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi meliputi edukasi mengenai hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, asam urat, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol total, serta asam urat. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pilihan ganda, sedangkan perilaku hidup sehat menggunakan kuesioner berbasis skala Likert. Analisis data menggunakan uji Paired t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Rata-rata skor pengetahuan meningkat secara bermakna setelah intervensi (p<0,001). Skor perilaku hidup sehat juga mengalami peningkatan signifikan (p<0,001). Hasil skrining menunjukkan sebagian lansia memiliki hipertensi, hiperglikemia, hiperurisemia, dan hiperkolesterolemia sehingga memerlukan tindak lanjut pelayanan kesehatan. Program GERMAS Lansia efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup sehat serta membantu deteksi dini faktor risiko penyakit kronis pada lansia.

References

Agustina, R. (2022). Pendidikan kesehatan sebagai upaya peningkatan perilaku hidup sehat pada masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(2), 85–93.

Ashari, M., & Maria, R. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap perilaku pengendalian hipertensi pada lansia. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(3), 185–193.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku panduan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kim, K., Yang, Y., Wang, Z., Chen, J., Barandouzi, Z. A., Hong, H., et al. (2022). A systematic review of the association between health literacy and self-management. Patient Education and Counseling, 105(6), 1427–1440. https://doi.org/10.1016/j.pec.2021.09.012

Maulianti, D., & Herdhianta, D. (2022). Pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan pencegahan hipertensi pada masyarakat. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 7(2), 98–105.

Nutbeam, D., & Lloyd, J. E. (2021). Understanding and responding to health literacy as a social determinant of health. Annual Review of Public Health, 42, 159–173. https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth-090419-102529

Oftacyananda, A. (2020). Hubungan tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan hipertensi pada masyarakat usia lanjut. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 145–152.

Piovani, D., Nikolopoulos, G. K., & Bonovas, S. (2022). Non-communicable diseases: The invisible epidemic. Journal of Clinical Medicine, 11(19), 5939. https://doi.org/10.3390/jcm11195939

Shu, J., & Jin, W. (2023). Prioritizing non-communicable diseases in the post-pandemic era based on a comprehensive analysis of the GBD 2019 from 1990 to 2019. Scientific Reports, 13, 13325. https://doi.org/10.1038/s41598-023-40595-7

The Lancet. (2022). Non-communicable diseases: What now? The Lancet, 399(10331), 1201. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(22)00567-0

Untari, S., Agung, D., & Prasetyo, H. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan hipertensi pada lansia. Jurnal Keperawatan Komunitas, 11(1), 55–63.

World Health Organization. (2022). Health literacy development for the prevention and control of noncommunicable diseases: Volume 1: Overview. World Health Organization.

World Health Organization. (2022). Noncommunicable diseases. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/noncommunicable-diseases

World Health Organization. (2022). Noncommunicable diseases progress monitor 2022. World Health Organization.

Wang, Y., Li, X., Zhang, Y., et al. (2023). Community-based health education and chronic disease screening interventions for older adults: A systematic review. BMC Public Health.

Additional Files

Published

2026-07-31

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.